Saturday, January 13, 2007

Mengapa Anak Harus Mampu Membaca Ekspresi Wajah

oleh : Taufan Surana

�@

"Di sebuah keluarga, Adi (usia 5 tahun) tiba-tiba melemparkan mainan

yang sedang dipegangnya, sehingga adiknya yang terkena lemparan

menangis keras. Mama Adi yang melihat hal ini langsung menunjukkan

ekspresi wajah yang sedih bercampur marah di depan Adi tanpa

mengatakan sepatah katapun. Tetapi Adi sama sekali tidak menunjukkan

rasa bersalahnya, dan tetap melemparkan mainannya kesana-kemari."

�@

Apakah anda pernah melihat kejadian yang mirip dengan cerita diatas ?

�@

Mengapa Adi bersikap seperti itu ?

Ternyata Adi tidak bisa memahami dengan baik apa maksud dari ekspresi

wajah Mamanya.

�@

Pertanyaannya, perlukah anak seusia Adi mengerti apa maksud dari

setiap ekspresi wajah orang lain ?

�@

Sebuah grup di Universitas Delaware mengadakan penelitian panjang

terhadap anak usia pra-sekolah (usia 5 tahun) selama 4 tahun. Hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mampu memahami

ekspresi wajah orang lain dengan baik ternyata lebih jarang mengalami

masalah dalam perilaku sosial maupun gangguan belajarnya.

�@

Inti dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman emosional dan

kemampuan anak dalam mengatur emosinya sangat penting bagi anak

dalam menghadapi lingkungan sosialnya di masa depan. Istilah

populernya adalah, disamping IQ, EQ (Emotional Quotient / Kecerdasan

Emosi) juga merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung

kesuksesan anak di masa depan.

�@

Adalah tugas kita sebagai orangtua untuk mengajarkan kepada anak kita

tentang cara mengungkapkan perasaan yang sedang dialami oleh anak,

dan mengenal nama dari perasaan tersebut. Dengan demikian anak akan

menjadi mengerti perasaan orang lain dari ekspresi wajahnya. Anak yang

tidak bisa mengungkapkan perasaannya cenderung untuk berperilaku

kasar dalam bentuk kekerasan seperti memukul, melempar, dsb.

�@

Bagaimana cara mengajarkan hal ini kepada anak sejak dini ?

�@

Banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya adalah :

�@
1.

Bercerita/mendongeng kepada anak tentang cerita yang berisi

berbagai ekspresi perasaan dari para pemeran dongeng tersebut.

Dalam bercerita ini anda perlu menunjukkan ekspresi tersebut

dengan sungguh-sungguh, sehingga anak dapat menangkap perasaan

yang ada di balik ekspresi wajah anda.
2.

Jika anda bisa menggambar berbagai ekspresi wajah seperti

tertawa, sedih, marah, dsb., anda bisa menggambarkannya di

setiap muka ujung jari, dan ketika mau tidur, anda bisa bercerita

sambil menunjukkan gambar tersebut. Setelah itu, anda tanyakan

kepada anak anda, misalnya, "Adi hari ini mengalami gambar yang

ada di jari mana ?".
3. Dan masih banyak lagi...

Bagi yang belum pernah menerapkannya....

Selamat Mencoba !

No comments: